Musim penghujan memang biasa Dengan masalah bencana banjir, terutamanya di wilayah Lamongan, tepatnya kecamatan Babat. Di sana banyak rumah yang terendam banjir, para warga pun ada yang diarahkan ke tenda pengungsian. Dengan demikian, para Pemuda Muhammadiyah Sukodadi memiliki gerakan sosial yaitu penggalangan dana Untuk bencana banjir, yang kemudian disebarkan ke seluruh anggota Muhammadiyah se-cabang Sukodadi beserta ortomnya.
Saat ada kajian IPM di masjid Al-Falah Menongo, undangan penggalangan dana bencana banjir pun dibahas dalam rapat tersebut. Dengan penuh kepedulian, para IPMawan dan IPMawati pun bergantian usul, akhirnya semua usul ditampung dan diambil kesepakatan yaitu PR IPM Menongo mengadakan penggalian dana Dengan mengambil sumbangan dari para anggota Muhammadiyah Menongo. (9/12)
Siang hari (10/12) para IPMawan/IPMawati berkumpul di masjid Al-Falah kemudian mulai melakukan aksI penggalangan dana dari rumah ke rumah secara terpisah. Dalam aksi ini, para IPMawan dan IPMawati sangat bersemangat.
Akhirnya, 1 Jam berlalu, semua anggota berkumpul lagi ke masjid Untuk mengumpulkan hasil penggalangan dana, dan Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan.
kemudian, setelah sholat ashar, kakak Pemuda Muhammadiyah mengambil hasil penggalangan dana Untuk dikirim ke lokasi tujuan. Kami pun merasa senang karena kami bisa membantu para saudara kita yang lagi tertimpa musibah.
teman-Teman pun mengatakan "ini adalah perjuangan yang tidak terlupakan, rasa malu dan capek tidak menjadi ukuran, karena jiwa kebaikan ada dalam hati dan semoga selalu ada dalam hati"
#jayalah Islamku...
PR IPM Menongo
Jumat, 30 Desember 2016
Jumat, 23 Desember 2016
PR IPM Menongo
PR IPM Menongo adalah salah satu ortom Muhammadiyah di desa Menongo yang memiliki cita-cita mewujudkan pelajar yang berakhlaq mulia, walaupun anggotanya sedikit, tetapi para mujahid kecil tak pernah patah semangat Untuk terus berjuang.
setiap hari Jum'at malam, tepatnya ba'da isya' para anggota berkumpul Untuk membahas strategi dakwah yang akan digarap. Terkadang, minimnya keuangan menjadi masalah bagi IPMawan dan IPMawati, Tapi masalah itu tidak menjadi hambatan melainkan berbalik arah menjadi hamasah (semangat).
tahun 2015/2016 kepemimpinan PRIPMMenongo dipegang oleh Dymaz Zahruddin Azmy, siswa SMA yang berusia 16 tahun. Dengan sekretarisnya yaitu Kholifatin Mahayada dan bendahara yang biasa disapa dengan panggilan Mbak Ofi, pemilik nama asli Imroatul Khofifah.
PR IPM Menongo adalah tolak ukur kader Muhammadiyah di masa mendatang.
Langganan:
Postingan (Atom)
